Kutipan

PEREMPUAN HEBAT DALAM KENANGAN

Review Buku “Yoyoh Yusroh, Mutiara yang Telah Hilang”
Oleh. Munawarah

Berita duka yang sangat dalam menyelimuti langit Indonesia pada delapan tahun yang lalu, tepatnya tanggal 21 Mei 2011. Bangsa ini kehilangan perempuan terbaiknya, seorang Anggota Komisi 1 DPR RI sekaligus anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010 bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia.

Beliau menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi. Beliau juga aktif di organisasi internasional, beliau pernah memimpin rombongan Viva Palestina yang dikoordinir oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) menuju Gaza.

Rentetan prestasi juga berhasil beliau raih, diantaranya International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama RI tahun 2001.

Dan hebatnya, di balik semua itu beliau adalah seorang istri sekaligus ibu dari tiga belas anak dimana bisa mengkhatamkan tiga juz Qur’an dalam setiap harinya.

Bayangkan, betapa luar biasanya beliau. Kita saja, baru punya satu atau dua anak sudah merasa menjadi perempuan paling kerepotan se dunia, jangankan tiga juz, selembar saja belum tentu kita baca.

Beliau adalah perempuan hebat yang patut menjadi panutan kita, almarhumah ustadzah Yoyoh Yusroh atau akrab dipanggil Bunda Yoyoh Yusroh.

“Cucuran air mata bening. Berparas dan berpostur biasa, namun kekuatan hati beliau dan dan kemampuan manajerial serta keunggulan dalam akalnya menjadikan Almarhumah pantas menjalani sebagian besar hidup sebagai pemimpin,” ujar bunda Neno Warisman.

Pada review buku kali ini, saya memilih buku berjudul “Yoyoh Yusroh, Mutiara yang Telah Tiada”. Bukunya kecil dan hanya berisi 208 lembar, namun sangat inspiratif dan luar biasa bermanfaat, inshaaAllah bisa membantu menguatkan dan meningkatkan semangat pembacanya.

Buku kecil ini dibagi menjadi delapan bagian pembahasan, dimulai dari bagian satu yang berisikan tentang kehidupan semasaa kecil beliau, dilanjut bagian selanjutnya tentang masa-masa remaja, pernikahan, kehidupan keluarga, personal sosial politik, perjuangan membela palestina hingga bagian terakhir tentang kepergian beliau untuk selamanya.

InshaaAllah saya akan mulai membahas bagian pertama pada tulisan berikutnya. Izinkan saya mengakhiri awalan review buku ini dengan mengenang kembali kutipan sms beliau kepada temannya dua hari sebelum beliau meninggal dunia.

[Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan Khadijah ummul mukminin? Atau Aisyah yang hafal 3500 hadits, atau Ummu Sulaim yang sabar, atau Asma’ yang pandai menyiapkan kendaraan perang suami dan menyemangati putranya untuk jihad? Ya Rabb, tolong beri kekuatan agar bisa berbincang dengan mereka kelak di taman Firdaus.]

MaashaAllah, semoga bisa menjadi bahan renungan sekaligus motivasi untuk kita semua.

Surabaya, 4 Maret 2019
Pict,by. Google

#TheFighter
#NyonyaKetje
#InfinityLovink
#OneWeekOneBook
#YoyohYusrohMutiaraYangTelahTiada
#Day1 

53095724_2495199900491718_4725275692814565376_n

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s